Kota Metro raih KLA 2025, Wali Kota: jangan berhenti di panggung penghargaanPemkot Metro menerima penghargaan Kota Layak Anak 2025 pada malam penganugerahan di Jakarta. (Red)

HomeBerita

Kota Metro raih KLA 2025, Wali Kota: jangan berhenti di panggung penghargaan

“Predikat ini adalah tanggung jawab. Kota Layak Anak harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya di atas kertas.” - Bambang Iman Santoso.

Walikota Metro soroti tanggung jawab moral wisudawan UM Metro 2025
Bambang Iman Santoso: safari Ramadan ajang silaturahmi dan kepedulian
Sukses kelola APBD, Kota Metro masuk daftar 56 daerah terbaik se-Indonesia

MEDIATOR.ID, Metro – Kota Metro kembali mengantongi predikat Kota Layak Anak (KLA) 2025. Penghargaan itu diserahkan pada Malam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak di Auditorium KH. M Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Agustus 2025.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menerima penghargaan tersebut bersama jajaran Dinas P3AP2KB Kota Metro.

Namun, di balik apresiasi itu, Bambang mengingatkan bahwa predikat KLA bisa kehilangan makna jika hanya berhenti di seremoni.

“Kalau kita hanya mengejar penghargaan, nilai ini akan hilang. Yang terpenting adalah keberlanjutan, agar hak anak terjaga setiap hari, di setiap sudut kota,” ujar Bambang.

Bambang menekankan, Kota Layak Anak bukan sekadar label yang dipasang di baliho. Ia menilai, tantangan sesungguhnya adalah memastikan kebijakan dan program perlindungan anak benar-benar dirasakan warga.

“Predikat ini adalah tanggung jawab. Kota Layak Anak harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya di atas kertas,” katanya.

Penghargaan KLA diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada daerah yang dinilai mampu mengintegrasikan kebijakan perlindungan anak dalam pembangunan.

Metro sudah beberapa kali mempertahankan predikat, namun Bambang mengakui, konsistensi di lapangan tetap menjadi pekerjaan rumah.

Ia menggarisbawahi, perlindungan anak bukan hanya urusan pemerintah. Peran masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor usaha disebutnya sebagai elemen penting dalam memastikan anak-anak Metro tumbuh di lingkungan yang sehat, aman, dan berkarakter.

Bambang juga mengingatkan, penghargaan ini seharusnya menjadi alat ukur untuk introspeksi, bukan sekadar ajang pamer prestasi.

“Lingkungan ramah anak adalah pondasi membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter. Kalau ini hanya berhenti di panggung, berarti kita gagal,” ujarnya. (Red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: