Pelatihan APJI jadi senjata baru Metro gerakkan sektor jasa bogaWakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana saat hadiri pelatihan memasak yang digelar APJI. (ADVERTORIAL)

HomeBerita

Pelatihan APJI jadi senjata baru Metro gerakkan sektor jasa boga

"Jangan hanya bisa membuat, tapi juga harus mengerti apa yang layak dikonsumsi." - M. Rafieq.

PWI Metro gelar upacara peringati hari Kemerdekaan Ke-76 RI
Polres Lamtim bekuk tersangka penjualan daging celeng berkedok daging sapi
Hari Pers Nasional 2025: SMSI serukan kembali ke masyarakat

MEDIATOR.ID, Metro – Pelatihan memasak kue tradisional yang digelar Asosiasi Pengusaha Jasa boga Indonesia (APJI) Kota Metro pada Rabu, 30 Juli 2025, menjadi ruang bertemunya kreativitas dapur dengan semangat pemberdayaan ekonomi.

Agenda yang berlangsung di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai ini menyedot antusiasme ratusan peserta, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM pemula.

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, hadir menyampaikan apresiasi atas semangat peserta dalam mengikuti demo masak. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu menciptakan peluang usaha baru dan memperkuat struktur ekonomi masyarakat berbasis jasa.

“Saya melihat antusias masyarakat sangat tinggi. Semoga dari kegiatan ini lahir motivasi membuka usaha kue yang bisa menggerakkan perekonomian Metro,” ujar Rafieq.

Menurutnya, pelatihan kuliner tradisional sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa. Salah satu tumpuan utamanya terletak pada jasa boga yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola serius.

Rafieq menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk, terutama yang ditujukan bagi anak-anak. Ia menyoroti masih banyaknya jajanan yang menggunakan bahan kurang sehat, sehingga pelaku usaha perlu diberi pemahaman mengenai keamanan pangan dan standar produksi yang layak.

“Pelajari dengan serius ilmu hari ini. Jangan hanya bisa membuat, tapi juga harus mengerti apa yang layak dikonsumsi,” ucapnya.

Ketua APJI Kota Metro, Kun Komariati, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk membagikan resep, melainkan sebagai langkah nyata membangun kemandirian pelaku usaha lokal, terutama perempuan. Melalui pelatihan ini, APJI berharap bisa meningkatkan mutu pengusaha jasa boga sekaligus menjaga eksistensi makanan tradisional.

Kerja sama dengan organisasi perempuan seperti TP-PKK dan GOW Metro menambah dimensi pemberdayaan dalam kegiatan ini. Sementara itu, partisipasi sponsor seperti Rose Brand memberikan dukungan dari sisi bahan baku dan edukasi konsumen.

Marketing Manager Rose Brand Lampung, Agus Kurniawan, menyampaikan kebanggaan atas keterlibatan perusahaannya dalam acara ini. Ia menegaskan bahwa Rose Brand mendukung pola hidup sehat dan ingin memperkenalkan produk premium yang aman dikonsumsi.

“Kami hadir bukan hanya sebagai sponsor, tapi bagian dari gerakan menuju kuliner yang sehat dan berkualitas,” kata Agus.

Tak hanya pelatihan, agenda ini juga mencakup pengukuhan anggota baru APJI tahun 2025, memperkuat posisi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan UMKM jasa boga.

Dengan pelatihan seperti ini, Pemkot Metro berharap munculnya pelaku usaha baru yang tak hanya pandai meracik resep, tapi juga mampu membaca peluang, menjaga kualitas, dan membentuk ekosistem kuliner yang kuat dan berkelanjutan. (ADVERTORIAL)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: