Pemkot Metro dorong sampah jadi tabungan umroh, 30 penggerak buka rekeningFoto istimewa. (ADVERTORIAL)

HomeBerita

Pemkot Metro dorong sampah jadi tabungan umroh, 30 penggerak buka rekening

“Program ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi investasi ibadah.” - Bambang.

Peringati Hari Ibu, Pemkot tingkatkan pemberdayaan perempuan di Metro
Reses DPRD Metro: warga Hadimulyo Timur desak solusi konkret atasi banjir tahunan
ADVERTORIAL: Apel Gabungan TNI-POLRI, Wakil Ketua DPRD Metro Mengimbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Pilkada 2024

MEDIATOR.ID, Metro — Pemerintah Kota Metro mendorong pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus membuka peluang masyarakat menabung untuk ibadah umroh. Dukungan itu diwujudkan melalui program “Dari Sampah Menuju Umroh” yang digagas Pesantren Bank Sampah bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Kota Metro.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso meresmikan peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Senin, 6 Juli 2026.

Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan aktivitas menabung melalui rekening bank.

Bambang mengatakan Pemerintah Kota Metro mendukung inovasi Pesantren Bank Sampah bersama BNI Kota Metro karena dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Kota Metro senantiasa memberikan dukungan kepada Pesantren Bank Sampah yang telah bekerja sama dengan BNI Kota Metro dalam meluncurkan program yang sangat baik, yaitu pembukaan rekening dengan konsep ‘Dari Sampah Menuju Umroh’ yang merupakan sebuah gagasan dan inovasi yang luar biasa dari pengelola Bank Sampah,” ujarnya.

Menurut Bambang, program tersebut dapat menjadi ikhtiar baru bagi masyarakat di tengah tantangan ekonomi. Hasil pengelolaan sampah yang selama ini dipandang tidak bernilai diarahkan menjadi tabungan untuk mewujudkan keinginan menunaikan ibadah umroh.

“Program ini diharapkan mampu membawa semangat baru di tengah tantangan ekonomi masyarakat, dengan menghadirkan sebuah ikhtiar yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi investasi ibadah,” katanya.

Bambang mengatakan peluncuran rekening tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kemandirian, tanggung jawab, disiplin, dan literasi keuangan sejak dini. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari aktivitas sederhana, termasuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga.

“Peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah bukan sekadar membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, disiplin, serta meningkatkan literasi keuangan sejak dini yang dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk melalui kegiatan memilah dan mengelola sampah rumah tangga,” ujar Bambang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program, Bambang memberikan tabungan awal kepada para penggerak Bank Sampah yang telah memiliki rekening. Ia juga menyatakan akan memberikan sejumlah peralatan pendukung jika diperlukan untuk menunjang pengembangan produk kerajinan hasil olahan sampah.

“Saya juga akan memberikan sejumlah peralatan pendukung untuk menunjang pengembangan berbagai produk kerajinan hasil olahan sampah jika diperlukan,” kata Bambang.

Program “Dari Sampah Menuju Umroh” diharapkan dapat menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Melalui pengelolaan sampah, masyarakat diarahkan untuk memperoleh nilai ekonomi sekaligus membangun kebiasaan menabung.

Owner Pesantren Bank Sampah Slamet Riyadi mengatakan peluncuran rekening nasabah menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola organisasi. Pembenahan tersebut mencakup administrasi, produktivitas, dan kualitas pelayanan.

“Hari ini kami meluncurkan rekening yang diawali oleh 30 orang penggerak Pesantren Bank Sampah sebagai wujud komitmen yang telah kami ikrarkan sejak bulan lalu bahwa sudah saatnya pengelolaan Bank Sampah ditata lebih baik, baik secara administrasi maupun produktivitas dan kualitas,” jelas Slamet.

Peluncuran rekening tersebut menjadi langkah awal Pesantren Bank Sampah dalam menata pengelolaan organisasi sekaligus mengembangkan manfaat ekonomi dari aktivitas pengelolaan sampah bagi para penggeraknya. (ADVERTORIAL)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: