Persib tetap tenang, PSS Sleman terbenam dalam hujan golWarga Lampung Barat, Dede Maulana Yusuf. [*]

HomeOPINI

Persib tetap tenang, PSS Sleman terbenam dalam hujan gol

"Skema matang itu bukan soal berani maju, tapi tau kapan harus menghantam lawan." - Dede Maulana Yusuf.

Peringatan HGN di Metro, dari napak tilas hingga peluncuran buku
KSR PMI IAIN Metro Masa Juang 2021-2022 Resmi Dilantik
Menyulih Relawan 69 Indonesia, Hakim PTUN Ban­dar Lam­pung Ser­ahkan APD ke RSU­DAM

Persib bermain tanpa bola menggunakan pola 4-4-2, sedangkan PSS Sleman menggunakan pola 4-1-2-3, formasi yang telah dipersiapkan dengan matang oleh kedua pelatih untuk menjalankan proses menyerang dan bertahan. Pertandingan tadi malam berjalan di luar dugaan. Perkiraan bahwa Persib akan bermain dengan penuh tekanan justru tidak terbukti. Mereka tampil lebih tenang, berbeda dengan laga sebelumnya saat menghadapi Bali United. Persib sukses menjaga ritme permainan melalui skema serangan cepat.

Bagi PSS Sleman, pertandingan tadi malam benar-benar memperlihatkan kekalahan mereka di tangan superioritas strategi Bojan Hodak. Skema pressing PSS justru ditenggelamkan oleh kecerdasan para pemain Persib Bandung, yang mampu mengantisipasi dan mematahkan pergerakan kolektif maupun individu lawan.

Saat menyerang, Persib Bandung mengubah pola menjadi 3-5-2 atau kadang bergeser ke 3-4-3. Peran Ciro Alves dan Beckham Putra semakin mencolok, terutama dengan pertukaran posisi yang menjaga intensitas serangan. Sedangkan PSS Sleman, saat bertahan, mengubah pola menjadi 5-4-1 dengan mengandalkan Vico untuk menjaga Tyrone. N. Cardoso turun ke tengah untuk mengunci pergerakan pemain bertahan Persib yang ikut membantu serangan.

Agresivitas yang ditunjukkan PSS Sleman, yang diharapkan mampu membendung serangan Persib Bandung yang diawali oleh Mark Antony Klock, dikalahkan oleh kecepatan permainan sisi lapangan Persib. Beckham Putra dan Ciro Alves menjadi andalan, dibantu duet bek Edo Febriansyah dan Kakang Rudianto. Mereka bergerak bersamaan, seperti mesin penghancur di sisi pertahanan PSS Sleman, yang dikawal Jayus Haryono dan D.S. Alhawari.

Pieter Huistra, yang sudah mengenal gaya permainan Bojan Hodak saat menukangi Borneo FC, berupaya meredam serangan Persib Bandung dengan strategi pressing di lini tengah. Ia memasang tiga gelandang bertahan untuk menjaga Tyrone Del Pino, Marc Antony Klock, dan Mateo Kocijan.

PSS Sleman terus bermain agresif di tengah, namun kesulitan membangun serangan. Hal ini akibat penempatan tiga gelandang berkarakter bertahan, sehingga kreativitas permainan tidak muncul. Aliran bola pun tersendat, tidak mengalir mulus ke striker yang dijaga ketat oleh duo bek Persib Bandung, Nick dan Gustavo. Alhasil, PSS Sleman gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang.

Persib yang ingin mengunci gelar juara musim ini tetap bermain tenang. Mereka konsisten mengalirkan bola, memberikan umpan-umpan mendatar ke sayap atau ke striker. Hasilnya, mereka mampu membobol gawang PSS Sleman dengan tiga gol tanpa balas. Yang menarik, dalam pertandingan tadi malam, Persib berhasil “menyulap” dua striker palsunya untuk merontokkan penjagaan dua bek PSS Sleman, N. Pratama dan K. Gomes.

Persib yang memiliki keunggulan individu lebih terlihat nyaman dalam melakukan pergerakan tanpa bola. Mereka mengalirkan bola ke sisi kanan dan kiri, membangun serangan dengan satu-dua sentuhan demi menembus pertahanan PSS Sleman.

Hasilnya tampak dari gol pertama Persib Bandung, yang dicetak oleh Tyrone. Ia berhasil melepaskan diri dari kawalan pemain belakang PSS Sleman, menerima umpan mendatar dari Kakang Rudianto yang membantu dari sisi tengah penyerangan.

PSS Sleman, yang berusaha keluar dari zona degradasi, tetap berupaya menghindari kekalahan. Mereka bermain cukup efektif dan mencatatkan 53 umpan sukses, unggul dari Persib Bandung. Pelatih PSS memasang tiga gelandang bertahan sekaligus, yang berhasil membuat timnya mendominasi dengan 54 persen penguasaan bola. Namun, Persib Bandung tetap menemukan cara untuk memenangkan pertandingan, meski kalah dalam penguasaan bola.

Dengan memanfaatkan kecepatan Ciro Alves dan ketepatan Mark Antony Klock dalam membaca permainan di tengah, Persib Bandung mencatatkan akurasi tembakan sebanyak lima kali ke gawang lawan.

Penulis: Dede Maulana Yusuf

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: