Author: Mediator Admin
I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com
Janji kebijakan dan realitas hukum bertabrakan: persoalan Wali Kota Metro dan honorer
“Tidak semua janji yang gagal ditepati lahir dari niat menipu, sebagian terhenti karena aturan yang wajib dipatuhi.” [...]
Instruksi Gubernur Lampung: budaya lokal hadir di ruang kerja dan sekolah
“Pelestarian adat dan budaya harus menjadi bagian dari pembangunan, bukan sekadar pelengkap.” - RMD. [...]
Pendangkalan drainase picu banjir, Pemkot Bandar Lampung siapkan pengerukan dan box culvert
“Banjir tidak bisa dibiarkan berulang tanpa penanganan yang tegas.” - Eva Dwiana. [...]
Bangunan di atas kali picu genangan, Eva Dwiana tegaskan penertiban Bukit Kencana
“Perbaikan drainase penting, tetapi penertiban bangunan adalah kunci pencegahan banjir.” - Eva Dwiana. [...]
Pascabanjir, Eva Dwiana dorong Posyandu Karunia Indah naik status jadi Pustu
“Pemerintah harus hadir, bukan hanya merencanakan, tapi menyelesaikan langsung di lapangan.” - Eva Dwiana. [...]
Tinjau banjir Campang Raya, Eva Dwiana siapkan rekayasa aliran Way Campang
"Rekayasa aliran Way Campang penting agar banjir tidak terus berulang.” - Eva Dwiana. [...]
Eva Dwiana dorong kolaborasi warga kembangkan wisata Sumur Putri
“Dengan kolaborasi, Sumur Putri bisa tumbuh menjadi kebanggaan Kota Bandar Lampung.” - Eva Dwiana. [...]
Musrenbang Ganjar Asri, Pemkot Metro didesak tuntaskan banjir dan tepati titik pembangunan
“Banjir masih menjadi masalah berulang yang hingga kini belum terealisasi penanganannya.” - Mardi Waluyo. [...]
Dari ikon sejarah ke destinasi wisata, Pemkot Bandar Lampung revitalisasi Kota Tua Teluk Betung
“Penataan Kota Tua bukan hanya soal estetika, tetapi tentang menggerakkan ekonomi dan menjaga identitas kota.” - Eva Dwiana. [...]
Musrenbang Margodadi, Wali Kota Metro tekankan aspirasi warga dan prioritas infrastruktur
“Jangan sampai infrastruktur yang tidak memadai menghambat kegiatan masyarakat.” - Bambang Iman Santoso. [...]